Kisah Sukses: Pentingnya Bersikap Profesional

Ini adalah kisah sukses yang dialami saya pada saat ada tugas dari guru TIK yang disuruh membuat presentasi menggunakan Microsoft Office PowerPoint dan mempresentasikannya di depan kelas. Pada saat itu, sikap profesional saya muncul. Saya langsung menyusun kategori penilaian presentasi (versi saya, mungkin versi gurunya lain lagi). Penilaiannya bagi saya adalah:

1. Hasil presentasi jelas terlihat dan dibaca pada saat presentasi menggunakan proyektor

Ini yang terpenting, karena saat saya meninjau ruang kelas. Ternyata tempat layar/screen(atau apalah itu namanya) untuk proyektornya kotor dan pasti tidak akan jelas terlihat (ternyata papan tulis/whiteboard yang akan digunakan). Jadi, saya mencari cara agar tulisan di presentasi saya jelas dibaca. Lalu saya menetapkan untuk membuat background globe(cuma garis-garisnya aja) berwarna biru (makin ke atas makin putih kebiruan), tulisan berwarna putih dengan border hitam, peta konsep berwarna kuning cerah, dan untuk tulisannya saya tebalkan dan menggunakan font Verdana dengan ukuran yang disesuaikan dengan ukuran slide.

2. Mengandung animasi pada tulisan dan transition pada slide

3. Desain background, gambar, tulisan, animasi, dan transition yang dinamis dan tidak bertele-tele

Ini juga penting, kalau animation dan transitionnya terlalu bertele-tele maka semua yang melihatnya akan bosan akan durasi slidenya.

Saya buat presentasi berdasarkan ketiga faktor tersebut. Juga saya telah menyiapkan materi dan pertanyaan untuk presentasinya. Pada saat ‘show’ di depan kelas. Saya (Hedi Sasrawan, IXA, 29) bersama dengan seseorang yang merupakan anggota kelompok saya (Aris Satya, IXA, 7) maju ke depan kelas. Saya jadi pembawa presentasinya sementara Aris sebagai pengatur jalannya slide di laptop. Semuanya berjalan dengan lancar. Pada saat penilaian, gurunya mengatakan bahwa presentasi saya bagus, jelas terbaca, ada animasi dan transisi yang tidak ribet (sesuai dengan penilaian versi saya). Maka, katanya hasil presentasi saya pantas untuk diberikan nilai 80 (itu nilai maksimalnya, nilai minimalnya 70, jika tulisannya jelas terbaca maka +05, jika ada animasi dan transisi maka +05 juga). Semua bertepuk tangan dengan sangat meriah(termasuk juga Dya). Saya sangat bangga dengan hasil kerja keras kelompok saya.

Belum cukup sampai disitu, masih ada bagian yang lain untuk menambah nilai. Yaitu ‘bertanya’. Aturannya adalah: Ada 3 pertanyaan, 1 dari salah satu anggota kelompok(Arta Gunawan, IXA, 8) sesudah kelompok saya(8. Oh ya! Saya kelompok 7) ke anggota kelompok saya(Hedi Sasrawan, IXA, 29), 1 dari satu anggota lain kelompok sesudah kelompok saya (Indra Pramana, IXA, 30) ke anggota kelompok saya yang lain (Aris Satya, IXA, 7), 1 nya lagi dari siapa saja dari anggota kelompok siapa saja kecuali anggota kelompok saya. Saya ditanya oleh Arta dan bisa dijawab. +05 lagi deh (posisi nilai masih 85). Aris tidak bisa menjawab pertanyaan dari Tugus jadi nilainya tetap 8. 1 pertanyaan bonus saya yang menjawabnya dan mendapat bonus +05 jadi, nilai total yang saya peroleh adalah 90! Sangat membanggakan.

Itulah kisah sukses saya yang telah bersikap profesional dalam mengerjakan setiap tugas. Semoga lain kali saya dan anda juga demikian (lagi!). Tetap Semangat! Aja… Open-mouthed smile

 

HdS… Smile

loading...

No comments:

Post a Comment