Hemat Pangkal Kaya(?)

hematAnda pasti sudah sangat mengenal pepatah yang satu ini: 'hemat pangkal kaya'. Tapi setelah tim kami menyelidiki dan mencermati kalimat pepatah itu. Ternyata, ada sedikit kesalahan makna di kalimat pepatah tersebut. Apa kesalahannya? Dan seharusnya bagaimana? Nah, sekarang HdSMotivation akan memberitahukan kepada anda arti 'hemat' yang sesungguhnya. Langsung saja kita simak selengkapnya.....

Jika anda terus berhemat tanpa menghasilkan, kapan kayanya? Tanpa menghasilkan berarti kita tidak bisa berhemat. Menghasilkan sedikit juga merupakan alasan kenapa tidak bisa hemat(karena pas-pasan pendapatannya). Berhemat belum tentu membawa kita menuju kekayaan karena hemat itu bersifat sesaat. Misalnya, jika anda menabung sampai uang anda cukup untuk membeli sepeda. Yaa uang yang anda tabung(hasil berhemat) akan habis untuk membeli sepeda. Jadi, hemat itu hanya bersifat sementara.

“Hanya kaya uang belum tentu akan membuat kita bahagia kalau kita terus menerus menyimpannya tanpa digunakan”

kaya uang'kaya', tidak hanya berarti 'banyak uang'. Kata 'kaya' sangat sarat makna. Seperti: kaya uang, kaya harta, kaya warisan, kaya darma(banyak kebaikan), kaya teman(banyak teman), kaya iman, dan lain sebagainya. Jadi, 'kaya' sama artinya dengan 'banyak'. Hanya kaya uang belum tentu akan membuat kita bahagia kalau kita terus menerus menyimpannya tanpa digunakan. Bisa-bisa uang yang kita miliki tersebut hilang dan sia-sialah usaha kita untuk menabung. Jadi, gunakanlah uang anda dengan sebaik-baiknya dengan cara hanya membeli kebutuhan yang benar-benar dibutuhkan. Ingat, orang yang gemar membeli yang tidak dibutuhkannya, akan dipaksa menjual yang dibutuhkannya.

“orang yang gemar membeli yang tidak dibutuhkannya, akan dipaksa menjual yang dibutuhkannya”

Pantaskanlah diri anda untuk menabung dan berhemat. Yaitu dengan cara menghasilkan pendapatan lebih banyak. Makin besar pendapatan kita maka makin besar pula kesempatan kita untuk berhemat dan menabung. Dan makin cepat dan berarti pula kekayaan kita. Jadi, kalau mau kaya, harus banyak menghasilkan, baru kemudian berhemat.

“kalau mau kaya, harus banyak menghasilkan, baru kemudian berhemat”

Kesimpulannya. Untuk menjadi kaya, seharusnya anda meningkatkan penghasilan anda. Baru berhemat dengan tetap memenuhi kebutuhan kita. Hanya berhemat belum tentu membawa kita menuju kekayaan jika kita tidak memperhatikan penghasilan dan pengeluaran kita. Semoga anda sukses dengan tips sederhana saya. Salam Semangat!

“Untuk menjadi kaya, seharusnya anda meningkatkan penghasilan anda. Baru berhemat dengan tetap memenuhi kebutuhan kita”

Tetap Semangat!

HdSMotivation

loading...

No comments:

Post a Comment