Cerpen: Jelang Tamat SMP (Episode 1)

loading...

PERHATIAN: ini cuma cerpen tentang sehabis UN sampai perpisahan SMP, tidak ada unsur kesengajaan dan nyata disini. Jika anda merasa ada, maafkan kami. Tapi itu benar-benar hanyalah sebuah kebetulan belaka.


UN SMP telah selesai! Aku sangat senang, terlebih teman-temanku. Salah satu sahabat terbaikku adalah Sapta. Dia adalah parterku saat UN (pssst...). Sekarang aku tinggal menunggu hasil UN sebulan yang akan datang. Aku sangat tidak sabar menunggunya. Aku telah yakin dengan NEMku dan NEM pacarku, Putri. Aku telah belajar berdua dengannya sejak 4 bulan yang lalu. Kadang dirumahku, kadang juga dirumah Putri. Putri itu orangnya cantik, pintar, dan ramah. Sedangkan aku juga demikian -berkat Putri- :p

Hari demi hari berlalu. Tak terasa ternyata waktunya tiba untuk melihat NEM -tak terasa karena selama sebulan kelas 9 hanya sekolah sampai jam 9 pagi-. Aku sangat bersemangat untuk datang ke sekolah. Begitu juga dengan Putri, Sapta, dan temanku yang lain. Aku melihat daftar NEMnya. 1...2...3... Waa! Ternyata NEMku 38,sekian -aku lupa- dengan nilai semua mata pelajaran diatas 9. Aku sangat senang sekali akhirnya SMA tujuanku bisa tercapai dengan mudah dan tanpa nombok. Aku lebih senang lagi saat si Putri mendapatkan NEM yang hampir sama denganku. Hanya saja nilainya lebih tinggi dan NEMnya adalah yang tertinggi di kelas 9. Aku berpelukan dan bersalaman dengan teman-temanku begitu juga dengan Putri. Ada yang menangis terharu tidak rela melepas temannya. Kemudian ketua kelas menyampaikan usul bahwa kelas kami akan mengadakan tour keliling Bali untuk menikmati hasil NEM yang semuanya bagus-bagus dengan syarat semuanya mengeluarkan biaya masing-masing Rp 200.000 . "yeess!" semuanya senang. Walaupun cukup mahal, tetapi kami bersyukur karena semuanya adalah anak dari keluarga yang cukup kaya termasuk aku dan Putri. Lagian juga ini mungkin merupakan saat terakhir kami untuk bersenang-senang bersama. Semuanya sepakat untuk pergi minggu depan dan membayarnya besok!

Setelah pengumuman itu, kamipun pulang. Aku langsung pulang dengan perasaan bahagia. Sesampainya aku dirumah, aku berkata pada ibuku, "bu, NEM adik gede lho, ini dia hasilnya", "wah, anak ibu emang hebat! Ternyata berkat Putri, kamu bisa lebih bersemangat untuk terus belajar", "hehe iyaa, bu". Kemudian aku segera ke kamarku dan mengganti pakaian kemudian makan siang dan kembali ke kamarku lagi. Aku melakukan hal seperti biasa, yaitu BBMan dengan Putri dan teman yang lain. Saat aku BBMan tiba-tiba aku teringat dengan rencana tour minggu depan. Aku dengan segera mencari ibuku dan berkata, "bu, minggu depan ada tour keliling Bali dari kelas adik. Harus bayar 200 ribu katanya. Batasnya sampai besok, bu", "owh... Inget bayar turnya yaa. Besok pagi, ingetin ibu buat siapin uang untuk bayar yaa", "okee, bu". Aku lalu ke teras untuk nyari 'yang ijo-ijo' supaya lebih rileks. Aku tidak sabar untuk minggu depan, kayak gimana yaa turnya. Hmm tunggu minggu depan aja yuuk. Sejak tadi, kami semua mulai libur dan sudah lepas dari sekolah kami. Walaupun tadi acaranya sangat sederhana dan dilakukan di sekolah, aku sangat senang. Setidaknya acara perpisahan berjalan dengan lancar dan sedikit mengharukan walaupun tujuan SMA aku dan Putri sama.

Besoknya, aku pergi kesekolah. Tetapi aku hanya berpakaian seperti saat di rumah saja. Hari ini agendanya melunasi biaya tour. Sebelum berangkat ke sekolah, aku tidak lupa meminta uang kepada orangtuaku. Ayah ngasi aku Rp 100.000 + uang jajan hari ini, ibuku ngasi aku Rp 100.000 . Saat di sekolah, aku langsung membayarnya dan ketua kelas memberi pengumuman lagi. Isinya adalah kapan kita kumpul. Rencananya sih Minggu depan jam 7 bis budah berangkat. Rutenya adalah memutar keliling Bali searah jarum jam. Yaitu dari sekolahku di Denpasar menuju Tanah Lot di Tabanan, kemudian jalan-jalan di kota Negara, Gilimanuk, pulau Menjangan, pantai Lovina, kota Buleleng, Kintamani, danau Batur, Bangli, Tampaksiring, Gianyar, dan kembali ke Denpasar keesokan harinya. Dengan begitu, berarti kita isi menginap di sebuah hotel di Kintamani. Karena dana kita terbatas, yaa mungkin kita akan tidur satu kamar untuk sekian orang. Aku berencana untuk duduk bersama Putri di bus.

Wah, aku tidak sabar nunggu turnya!

Bersambung...

loading...

2 comments:

  1. asiknya bisa berbagi,
    jadi pengen juga lohh

    ReplyDelete
    Replies
    1. wah benar. Saya mumpung ingin bikin sebuah cerpen dan ingin dibaca banyak orang. Jadi yaa saya posting aja di blog.

      Anda bisa memulainya dengan membuat blog.

      Tetap Semangat!

      Delete

close