Kegagalan Membuat Kita Kuat!

loading...
Kegagalan, merupakan hal yang wajar dialami setiap orang, tapi kurang wajar bila sering dialami oleh seseorang dan lebih tidak wajar lagi bila tidak pernah dialami seseorangKegagalan, merupakan hal yang wajar dialami setiap orang, tapi kurang wajar bila sering dialami oleh seseorang dan lebih tidak wajar lagi bila tidak pernah dialami seseorang. Setiap orang pasti pernah gagal. Tetapi banyak orang yang salah menyikapi kegagalan tersebut, kebanyakan dari mereka malah kehilangan semangat(alias 'galau'). Kegalauan terlalu lama hanya akan memantaskan diri anda untuk mendapatkan kegagalan berikutnya yang lebih besar. Lantas, apa sikap terbaik kita untuk menyikapi kegagalan dan apa yang harus kita lakukan setelah kita gagal dan membuat kegagalan menjadi kekuatan untuk menggapai kesuksesan? Langsung saja kita simak selengkapnya.....
berani mencobaUsahakan agar kegagalan tidak membuat kita menjadi lemah, tetapi jadikan kegagalan sebagai penguat hati kita. Caranya? Yaa ulangi kembali dengan belajar dari kegagalan tersebut. Banyak orang sukses karena belajar dari kegagalan. So, jangan terlalu merasa gengsi atau (hmm… Yaa apalah itu namanya) karena hampir semua orang sukses selalu mengulang dan belajar dari kegagalan(bahkan saya berani bilang ‘semuanya’). Ada yang bilang kalau ‘kesuksesan berawal dari kegagalan yang bertubi-tubi menimpa kita dan kita mengulanginya kembali dengan membenahi diri dari kegagalan tersebut’. Jadi, awal dari ‘sukses’ selalu ‘gagal’. Jika tidak ada kegagalan, mana mungkin kita tahu kesuksesan. Coba anda simak kisah hidup Thomas Alfa Edison yang menciptakan bola lampu yang membuat dunia malam menjadi terang seperti sekarang. Dia adalah seorang yang pantang menyerah. Dia sempat mencoba membuat bola lampu untuk pertama kali, tapi gagal. Dia tidak menyerah, dia mencobanya kembali dengan mempelajari letak kesalahannya dan memperbaikinya, tapi gagal lagi. Dia masih belum menyerah, dicoba lagi. Dan terus-menerus sampai percobaan yang keseribu kalinya, akhirnya dia berhasil membuat bola lampunya menyala. Coba kalau Edison langsung menyerah di percobaan pertama, bisa saja sekarang kita akan hidup gelap gulita di malam hari. Jadi, jangan menyerah bila gagal, coba lagi dengan mempelajari letak kesalahan anda yang menyebabkan kegagalan tersebut dan perbaikilah diri anda. Jika anda yakin anda bisa melakukannya, anda pasti bisa!

“berusahalah, jangan takut gagal. Bila gagal, coba lagi sampai anda mendapatkan impian anda”

membantu memberi support untuk orang lain yang sedang mengalami kegagalan adalah sangat mulia. Membantu orang lain sama dengan membantu diri sendiriSelain ‘mengobati’ kegagalan, kita juga bisa ‘mencegah’ kegagalan. Yaitu dengan cara belajar dari kesalahan/kegagalan orang lain yang bisa dijadikan pelajaran untuk anda. Selain itu, anda juga bisa menasehati dan menyemangati orang yang telah gagal tersebut. Selain bisa membuat dia kembali semangat, personal branding anda juga akan lebih bagus. Dengan mempelajari kegagalan, kita bisa mencegah kegagalan tersebut datang kepada kita dan merubahnya menjadi suatu kesuksesan. Mencegah lebih baik daripada mengobati kan? Dengan mencegahnya, kita tidak akan mendapatkan hasil buruknya. Sementara jika kita mengobatinya, maka kita akan merasakan betapa ‘sakit’nya kegagalan dan kita berusaha untuk memperbaiki kegagalan tersebut. Selain itu, mencegah lebih mudah daripada memperbaiki/mengobati, karena cukup sulit untuk mengubah personal branding kita jika terlanjur rusak oleh kegagalan, apalagi jika anda mengulangi kesalahan yang sama untuk kedua kalinya. Jadi, belajarlah dari kegagalan orang lain sehingga kita bisa mencegah kegagalan tersebut terjadi kepada kita.

“lebih baik mencegahnya sebelum kegagalan tersebut datang”

cara terbaik setelah anda gagal adalah dengan introspeksi diriTapi, bagaimana jika kegagalan tersebut sudah terlanjur datang kepada kita? Hmm… Hadapi saja dengan penuh semangat, dan lakukan perbaikan diri dengan hati-hati jika ini memengaruhi image anda. Jangan terlalu cepat karena nanti bisa dikira ‘aneh’ oleh teman kita. Namun, jika kegagalan itu tidak memengaruhi image anda, maka yang anda bisa lakukan adalah menjaganya supaya tidak memengaruhi image anda. Yaitu dengan cara memperbanyak kebaikan dan menyembunyikan kegagalan tersebut dari diri anda. Kemudian anda introspeksi diri dengan kegagalan tersebut. Bertanyalah kepada diri anda sendiri “apa makna dari kegagalan ini?”. Setelah anda mengetahui maknanya, baru anda memikirkan solusinya supaya tidak terulang lagi di masa yang akan datang. Misalnya, jika nilai rapor kita hancur, usahakan agar jangan sampai semua teman anda mengetahuinya(supaya ‘image’ anda yang dikenal pintar hancur) tetapi, beritahukanlah kepada orangtua anda. Lalu bertanyalah pada diri sendiri “apa makna dari nilai raporku yang hancur ini?” lalu anda pasti akan mendapatkan jawaban seperti ini “aku harus belajar yang lebih tekun dan fokus. Aku pasti bisa, Tetap Semangat!”. Jadi, kegagalan adalah ajang perbaikan diri yang terbaik dan merupakan salah satu pengalaman yang tak terlupakan.

“kegagalan adalah ajang perbaikan diri yang terbaik dan merupakan salah satu pengalaman yang tak terlupakan”

penolakan bukanlah akhir dari segalanya. Itu adalah awal dari cinta baru yang tentu saja lebih baik dari sebelumnyaLalu, bagaimana jika kita gagal mendapatkan pujaan hati/cinta kita? Sabarlah, Tuhan pasti ingin memberikan yang terbaik buat kita dan satu-satunya hal yang bisa anda lakukan kepada Dya adalah: Membuat Dya menyesal atas penolakannya. Caranya dengan menjadi pribadi yang lebih baik, menyenangkan, disukai banyak orang, dan personal branding yang bagus. Jadi, secara tidak langsung kegagalan membuat kita kuat karena kita bisa lebih memantaskan diri untuk diterima jika anda mencintai seseorang yang lain lagi. Bukan Dya satu-satunya pujaan hati anda. Ingat, sebesar-besarnya bintang pasti akan ada bintang yang lebih besar lagi, hanya saja kita belum mengetahuinya. sama seperti cinta, secantik-cantiknya atau seganteng-gantengnya orang yang anda cintai pasti ada yang lebih cantik atau ganteng dari Dya, hanya saja anda belum mengetahuinya.

“satu-satunya hal yang bisa anda lakukan kepada Dya adalah: Membuat Dya menyesal atas penolakannya”

pengeluh/tukang galau adalah pemalas. Jadi, terima saja apa adanyaJika kegagalan kita balas dengan kegalauan, maka kita akan terus mengeluh dengan kehidupan ini. Ingat, orang pengeluh adalah orang pemalas. Karena kerjaan mereka hanya duduk saja meratapi nasib yang sebenarnya bisa dirubah, tetapi dia hanya diam tidak melakukan upaya karena merasa bahwa dirinya telah gagal dan tidak bisa bangkit lagi. Jadi, jangan galau, boleh sih tapi SEWAJARNYA, jangan berlebihan. Pembalasan kegagalan yang terbaik adalah dengan semangat dan tulus hati menerima kegagalan tersebut, maka anda lebih berusaha agar dikemudian hari anda tidak gagal, tetapi berhasil.

“Pembalasan kegagalan yang terbaik adalah dengan semangat dan tulus hati menerima kegagalan tersebut”


Tetap Semangat!
Artikel Motivasi
tetap kunjungi hedisasrawan.blogspot.com yaa
loading...

1 comment:

close