3 Karakter Pencipta Momentum

loading...

mendorong truk Coba anda bayangkan bila anda diminta untuk mendorong sebuah truk dengan bobot lebih dari 1 ton. Awalnya mungkin akan terasa sangat berat untuk membuat truk tersebut bergerak maju, namun sedikit demi sedikit usaha anda akan terasa lebih ringan bila truk tersebut mulai melaju. Semakin kencang laju truk tersebut, semakin sedikit usaha yang diperlukan untuk mendorong, itulah momentum.

Saat besi berwarna merah adalah saat yang paling tepat untuk membentuk sebuah pedang.

Keberuntungan sering kali menjauh ketika kita gagal memanfaatkan momentum. Kembali pada cerita di atas, bayangkan bila anda memutuskan untuk beristirahat dan membiarkan truk tersebut berhenti. Untuk membuatnya kembali berjalan, anda harus kembali berusaha dari nol. Anda telah kehilangan momentum.

Momentum kehidupan adalah suatu masa di mana, waktu, keadaan, dan orang-orang sedang berpihak kepada anda.

Orang yang beruntung adalah orang yang pandai dalam memanfaatkan momentum. Sama halnya dengan truk tadi, hidup kita juga memiliki momentum. Dalam hidup ada masa-masa di mana karier, hubungan, dan kesehatan sedang masuk dalam periode yang baik. Namun masa-masa itu tidak terjadi selamanya. Hal yang harus kita lakukan adalah memanfaatkan masa itu dan menciptakan momentum baru. Lalu, bagaimana karakter pencipta momentum tersebut? Langsung saja kita simak yang pertama:

1. Peka

Karakter pertama dari para pencipta momentum adalah rasa peka. Anda harus mendengar dan bertindak sesuai dengan kata hati anda. Bila anda mendengar kata hati seperti, “ini saatnya!”, “sekaranglah waktunya!” Segeralah bertindak, karena hal tersebut bisa jadi adalah momentum dalam hidup anda.

2. Menunda Kesenangan

Salah satu penyebab terbesar dari terbuangnya peluang untuk memanfaatkan momentum adalah rasa puas. Ingatlah bahwa momentum besar tidak terjadi setiap hari, anda perlu menunda kesenangan. Yakinlah bahwa tertawa di belakang jauh lebih nikmat.

3. Antusiasme

Momentum bisa kita dapat bila kita antusias dan bersemangat dalam memanfaatkan momentum tersebut. Anda akan kehilangan momentum bila anda tidak antusias.

Teruslah bergerak dan ciptakan momentum. Maka keberuntungan akan memihak anda. Artikel ini dikutip dari buku berjudul The Science of Luck karya Bong Chandra dengan perubahan seperlunya.

 

Tetap Semangat!

Artikel Motivasi

loading...

1 comment:

close